SUGENG RAWUH DUMATENG BLOG KULO

SUGENG RAWUH DUMATENG BLOG KULO

Tampilkan postingan dengan label OH 1626. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OH 1626. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juni 2013

Mercedes-Benz Seri-OH

Mercedes-Benz Serie-OH

 
Mesin OH
O 6600 
Nomenkaltur (penamaan) dengan menggunakan huruf “O” (Omnibusse) dimulai dari tahun 1930, dan 4 angka dibelakang dinyatakan untuk beban yang dapat diangkut oleh chassis. Misalnya pada zaman itu ada O 2500, O 3000, O 4000, O 8500 dengan versi sebelumnya N 1, N 5,  N2, C12, C18, C24 (2 digit belakang huruf C adalah besaran output tenaga mesin).  pada tahun2 ini (1928) juga diperkenalkan mesin diesel untuk kendaraan niaga, yaitu OM 5 (70 hp). OM disini singkatan dari Oelmotor (Oil Engine). Beberapa teknologi yang sudah dipakai adalah penggunaan rem pneumatic pada tahun 1923.
Selain untuk bus besar (seri O) juga dibuat versi medium dari pengembangan bus besar yaitu seri LO (Leichstahlomnibus/lightweight steel bus). LOP3100 Tahun 1934, bus Lo mengalami perkembangan yaitu seri LOP3100, dengan mesin berdaya 95hp dan posisi mesin ada di sebelah pak supir (model OF seperti sekarang) dari sebelumnya yang mesin berada di depan pak supir. Model ini dikenal juga dengan model Pullman (P).
O 6600 adalah pengembangan dari sasis truk L 6600. Selain itu juga dibuat model Pullman (OP 6600) dan pada musim semi 1951 diperkenalkan model O 6600 H (Hinterdeck), bus bermesin belakang tetapi dikendalikan dari depan.
Teknologi yang menjadi pionir yang hingga saat ini masih dipakai, memungkinkan bus lebih nyaman. Bus bermesin OM315 6 silinder bertenaga 145hp. Selain itu juga dilengkapi dengan electric gearshift system. Dengan chassis dan body terpisah, O 6600 H masih menyisakan kesamaan dengan truk, selain mesin yang sudah diletakkan di belakang,
Pada tahun 1954 diperkenalkan O 321 H yang memiliki design semi integral, dengan kata lain body terpasang pada kerangka unit lantai yang berperan sebagai penyangga beban keseluruhan.
Denan teknologi seperti ini menjadikan bus lebih ringan, lebih stabil dan bagasi lebih luas karena tidak adanya sasis yang melintang. Selain itu juga lebih nyaman dengan digantinya per daun dengan per koil pada roda depan. Ada dua versi mesin yang dipakai, 110 hp dan 126 hp.
Selain itu juga dibuat O317, bus bermesin diantara axle (mesin tengah) bersuspensi udara pertama yang diproduksi di Jerman. Bus dengan panjang 12m dan dpt mengangkut 120orang, bertenaga 190hp dengan mesin 6 silinder OM326. Selain digunakan untuk bus kota, juga digunakan untuk bus tingkat dan bus semi tingkat.
Mercedez-Benz di Indonesia
Untuk di Indonesia sendiri ada beberapa varian baik LP, OF, OK dan OH. Tapi yang mau dibicarakan disini dititikberatkan pada OH  Sebelum tahun 1970 bus MB dimasukkan ke Indonesia secara bulat2 (CBU). Mungkin yang dikenal oleh kawan2 adalah bus PPD model O302 seperti yang ada di TMII
Setelah  dengan adanya ATPM di Indonesia dimasukan chassis bus yang didatangkan dari Brazil secara CKD. Menurut beberapa sumber, bus mesin belakang sudah dipasarkan dari tahun 1982. Mungkin terasa aneh karena kok mesinnya disimpan dalam bagasi kaya VW Combi aja, mungkin kawan2 pernah dengar cerita lucu tentang mesin belakang.  Selain itu pasar belum siap yang masih setia dengan menggunakan chassis OF yang mudah mendeteksi gangguan mesin dan merasakan putaran mesin (gak perlu tachometer) sehingga mesin OH baru popular di akhir tahun 1980an yang banyak menuntut kenyamanan penumpang.
OH1113
bus modern di zaman nya, bermesin OM366A, dilengkapi dengan turbocharger menghasilkan output 170hp (DIN) atau setara 190hp (DIN). Bus ini juga sudah dilengkapi dengan power steering, kelengkaan yang sangat langka pada jenis-jenis bus saat itu. Pada model ini hanya dipasarkan wheelbase 5,1 meter.
OH1518 dan 1521
Bus yang masih banyak beredar sampat saat ini. Dengan pengembangan dari versi sebelumnya yang juga menggunakan mesin yang sama. (penambahan intercooler, pneumatic gearshift assist, sepatu rem yg lebih lebar, gearbox G60 6 speed kecepatan dan panjang wheelbase 6meter untuk 1521). Beberapa penambahan diantaranya adalah compressor udara yang kapasitasnya diperbesar dan beberapa perubahan minor lain.
OH1525
Bus yang mulai diperkenalkan sejak tahun 2004, menggunakan mesin OM906LA turbo intercooler menghasilkan daya 246HP. Dengan cc yang lebih kecil menghasilkan daya yang lebih besar. BBM lebih hemat dan efisen berkat bantuan injeksi elektronis, dan sudah memenuhi standar Euro2.
OH1518
Bus yang mulai diproduksi di Indonesia tahun 2008 ini sudah memenuhi standar euro3, bermesin OM904LA menghasilkan daya 174HP, mesin 4 silinder yang lebih ekonomis.
Kalau sudah begitu, bagaimana cara membedakannya? Bus yang sudah dipakaikan body agak sulit memang untuk membedakannya kecuali crew dan montir yang megang bus tersebut, apakah prima(1113), king(1518), intercooler(1521) atau banci (1518 dgn 6speed w/o intercooler).  Secara garis besar tenaga yang dihasilkan oleh bus2 tersebut hampir sama saja karena ditopang oleh mesin yang sama. Yang paling banter untuk bisa dibedakan adalah dari suara “s butterfly” pengaturan udara tekan rem.  Apalagi kalau chassis nya sudah diperpanjang, makin sulit membedakan, kecuali bus itu diperkosa alias ditelanjangi hehehe..
Kalau kasusnya sudah dipakaikan baju (body) gimana dong? Kayaknya kalau sebagai penumpang gak perlu senjelimet ini. Untuk membedakan antara prima dan king, bisa dilihat dari pedal rem nya. Kalau sudah dirubah juga, lihat compressor udara di bagian mesin.  Kalau masih kecil itu prima, dan lihat pulley dan fan belt untuk radiator satu buah untuk prima dan dua buah untuk king, lalu lihat juga tulisan yang ada di water reservoir untuk radiator kalau masih bahasa inggris, bus masih prima dan kalau sudah Indonesia, bus sudah king. Kalau semua itu sudah dirubah, lihat nomor chassis nya, kalau sudah dibagian kiri dan sudah ada tulisan MHL (kode dari Deperind untuk MB, MHN untuk Hino dll) bus tsb adalah king, tetapi kalau masih di bagian kanan tanpa embel2 MHL bus masih prima. Kalau untuk 1521 tinggal lihat saja belalai saluran intercoolernya.
Untuk bus baru 1518 eIII dengan 1525 justru lebih mudah membedakannya dari luar. Physically 1518 lebih pendek dari 1525, tetapi ber wheelbase sama, overhang depan lebih panjang xbc 100mm tetapi over belakang lebih panjang 1525 yatu  200mm, speedometer yg lebih modern. beberapa precaution yang harus dipatuhi oleh pihak karoseri seperti harus adanya sirkulasi udara di flap engine belakang, scoop air intake yang harus sampai atas, dan panel depan yang harus dapat dibuka untuk maintenance pedal memudahkan kita untuk membedakan dengan yang lainnya

Semoga bermanfaat
(Disarikan dari dok Mercedes-Benz dan dok pribadi Hery Wahyudi Jakbus.com )

Jumat, 23 November 2012

Peluncuran Mercedes Benz OH 1830 & OH 1626

JOGJAKARTA (DP) — Mercedes
Benz Indonesia meluncurkan
produk barunya untuk
kendaraan niaga . Mereka
meluncurkan chassis bus OH
1626 yang memakai suspensi
udara sebagai kelengkapan
standar.

Selain chassis baru bus OH 1626,
diperkenalkan chassis OH 1830
pula. Peluncuran dilakukan di
Jogjakarta pada 11 Mei 2012. Dua
chassis baru ini membuat
Mercedes-Benz Indonesia akan
semakin memperluas jajaran
produk kendaraan bus ramah
lingkungan berstandar Euro 3.
Mercedes-Benz klaim konsumsi
bahan bakar lebih efisien, ramah
lingkungan, tenaga besar dan
semakin nyaman dengan hadirnya
suspensi udara (Air Suspension)
pada tipe OH 1626 dan OH 1830.
Chassis terbaru ini juga memiliki
kelebihan berupa space frame. Ini
memungkinkan bus dibangun
dengan kapasitas bagasi bawah
yang jauh lebih besar daripada
pendahulunya tanpa terhalang oleh chassis.
“Chassis OH 1626 bisa
dipanjangkan sehingga memiliki
kelebihan bagasi lebih besar.
Selain itu ada air suspension dari
pabrik yang telah diuji dan
menambah kenyamanan,” kata
Diyanto Prayudiman, Bus Sales
Manager Mercedes-Benz
Indonesia , di Sheraton Hotel,
Yogyakarta.

Chassis Bus OH 1626 bermesin 6-
silinder segaris, berstandar Euro
3,  memiliki torsi 950 Nm sejak
1200 – 1600 rpm dengan tenaga
260 hp pada 2200 rpm. OH 1626
dipasarkan dengan harga Rp
749.000.000 (off-the-road).
Sedangkan chassis bus OH 1830
bermesin 6-silinder segaris, yang
berstandar Euro 3, dengan torsi
sebesar 1200 Nm sejak 1400 rpm
dengan tenaga 300 hp pada 2200
rpm. OH 1830 dipasarkan dengan
harga Rp 919.000.000 (off-the-
road).

Kini, Mercedes Benz Indonesia
telah memiliki empat pilihan
produk di segmen rear engine
luxury bus: OH 1521, OH 1526,
OH 1626 dan OH 1830. Mercedes
Benz Indonesia pun menargetkan
minimal 50 persen pasar luxury
bus .

“Tahun ini OH 1626 produksi
sekitar 400 unit dan sudah ada
pelanggan-pelanggan di
belakangnya tersebar di seluruh
Indonesia tapi sebagaian besar
pembelinya di Pulau Jawa sekitar
80 persen,” kata Diyanto.
Namun untuk chassis OH 1830,
Diyanto mengatakan bahwa belum
secara resmi diluncurkan.”Sejauh
ini diproduksi 50 unit namun telah
dimiliki beberapa perusahaan bus,” tukasnya. (dp/REK)

sumber: Majalah Otomotif Online
by. Dapurpacu.com